Preferensi Pertamina Mandalika untuk Pembalap Asing, Dibanding Dimas Ekky di Moto2

Pertamina Mandalika kini telah menjelaskan mengapa mereka memilih Gabriel Rodrigo daripada Dimas Ekky Pratama untuk balapan Moto2 2022. Tim pabrikan Indonesia sedang mencari pengganti Thomas Luthi, yang mengumumkan pensiun pada akhir musim.

Pemilihan pebalap berdasarkan aturan hukum, menurut Kemal Nasution, Direktur Tim SAG Pertamina Mandalika. Sebab, untuk bisa bersaing di Moto2 dan kelas MotoGP lainnya, pembalap harus sukses atau paling tidak naik podium di berbagai ajang internasional.

Pembalap Dimas Ekky
Pembalap Dimas Ekky

Meski begitu, Dimas Ekky bisa merasakan performa di kelas GP karena Pertamina Mandalika, menurut Kemal. Namun, mereka tidak mau mengambil risiko lagi saat memilih pebalap Moto2.

“Mari kita mulai dengan wildcard untuk melihat di mana (kemampuannya) berdiri. Ternyata itu tidak bisa dilakukan sekarang, dan itu semua didokumentasikan oleh FIM (Federation Internationale de Motocyclisme)” Dimas Ekky mengungkapkan pemikirannya.

Selain itu, Kemal melaporkan situasi yang hampir sama dengan pembalap lain. Ia melanjutkan, beberapa pebalap top CEV Moto2 masih kesulitan bersaing di ajang Moto2 dunia.

“Ada seorang pria dari CEV Moto2 yang baru saja finis di podium sehari sebelumnya, jadi dia bergabung dengan wildcard, tempat terakhir. Artinya, tidak mampu bersaing. Dia mengadu (di Moto2) karena dia tidak mampu membelinya, sama seperti pembalap Malaysia Adam Norrodin. Jaraknya jauh, dan perbedaannya (dengan pembalap di depannya) bisa tiga sampai empat detik,” tambah Kemal.

Dimas Ekky masih membalap di kelas Moto2 CEV pada tahun 2021, di mana ia saat ini berada di posisi ke-9 klasemen dengan 62 poin. Meski belum mampu meraih podium musim ini, penampilannya cukup mulus.

Tags